Wednesday, July 9, 2014

Terimakasih Presidenku, SBY.

“perjalananmu panjang, anakku.. dan tak miskin rintangan serta godaan. Namun layar telah kau kembangkan.. jangan surut dan tertinggal di buritan”

sebait puisi ‘Mahligai Kasih’ karangan presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudhoyono :)

Susilo Bambang Yudhoyono, presiden pertama yang diamanahi langsung oleh rakyat sebagai pemimpin negeri ini, Indonesia, selama 2 periode, yang berarti 10 tahun sudah Beliau menjabat, diiringi pujian, kecaman, juga makian.

kita akan selalu punya alasan untuk memaki, mencemooh Beliau, tetapi pikirkanlah lagi bahwa kita juga punya banyak alasan untuk berterimakasih kepada Beliau.

Setiap manusia pastilah pernah melakukan kesalahan, semakin digali akan semakin banyak yang kita temukan. Apalagi Beliau seorang pemimpin, pemimpin lebih dari 200 juta jiwa.

Ketika seseorang dengan kesadaran diri mencalonkan sebagai presiden, ia pasti telah memiliki pandangan ‘mau di-apa-kan negeri ini?’ ‘mau dibawa kemana?’ (jadi, ternyata bukan hanya hubungan kita yang perlu dipertanyakan, tapi juga negara kita. Merdeka! *hlah? :l abaikan!).
Namun, bukankah kita juga paham bahwa seringkali teori itu lebih mudah daripada praktik. Setiap kebijakan yang dibuat pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, tidak ada yang sempurna, terlebih jika dikaitkan dengan kemauan dan pemikiran 200 juta orang. (Heyy,, bukankah masing-masing dari diri kita ini adalah pemimpin? Setidaknya pemimpin bagi diri kita sendiri. Sebagai pemimpin diri sendiri saja kita masih sering ‘galau’, bayangkan jika harus memimpin 200 juta?)

Cobalah sedikit saja kita menyempatkan waktu untuk memahami pemimpin kita; tentu saja bukan dengan berkenalan lantas bertanya ‘piye kabare?’, percayalah: sulit!; tapi cobalah kita memandang suatu kebijakan bukan hanya dari sudut kita dan tetangga sebelah saja, tapi juga pandanglah dari sudut tetangga yang jauh diseberang sana, dan sudut negara ini sebagai individu dikancah dunia *weiitts, berat! :l tapi seperti itulah, entah bagaiman saya harus menjelaskan.

Ingat dulu masa SMA saya pernah membaca buku “HARUS BISA!” karya Bapak Dino Patti Djalal yang ketika itu menjabat sebagai Juru Bicara Presiden, Bapak SBY. Dalam buku itu dikatakan betapa sang penulis mengagumi pemimpin kita, dihujat oleh rakyat tanpa mereka tahu pun peduli apa saja yang telah dan tengah dikorbankan dan diperjuangkan oleh pemimpin yang mereka hujat. Bagaimana usaha beliau dalam mengatasi tsunami Aceh, pulang-pergi dari satu pulau ke pulau lain dalam sehari dikarenakan bencana, perhatian beliau terhadap kasus penculikan anak,  sikap-sikap Beliau dalam mengambil keputusan, perjuangan Beliau dalam konferensi-konferensi internasional, siap siaga tanpa memperdulikan fisiknya yang lelah demi bangsa ini. *Saya ingat, dulu sampai meneteskan air mata ketika membaca dan membayangkannya. Recomended buat dibaca!*
 
Saya memang memiliki kesulitan dalam hal menjelaskan, tapi inti dari semuanya, marilah kita menjadi rakyat yang bukan hanya menilai tapi juga mempelajari, memahami, berkontribusi. Hingga akhirnya kita juga bisa melihat lembar putih dibalik titik-titik hitam cemoohan pemimpin kita.

Terimakasih teruntuk yang saya hormati dan banggakan, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, atas jerih payah, pengorbanan waktu, pikiran, dan tenaganya, untuk kami, Bangsa Indonesia. :)


♪♪ Aku anak Indonesia
Aku punya cita-cita
Ku kan terus belajar
Agar jadi anak pintar

Negeriku besar
Tanah airku indah
Aku sungguh bangga
Jadi anak Indonesia..

Aku
Anak-anak Indonesia
Semua punya cita-cita
Kelak aku ingin berguna
Untuk nusa bangsa..

Tunggulah wahai negeriku
Baktiku padamu..


Lagu Nasional : “Bangga Jadi Anak Indonesia”
Karya : Susilo Bambang Yudhoyono


Sekian.. :)

Wednesday, July 2, 2014

Endless Love

On my way home... suddenly, i thought about something special : Endless Love.

Mungkin ini efek dari ngebaca artikel kasus penculikan 1998. Salah seorang ibu korban penculikan berkata “separuh usiaku untuk membesarkan anakku. Separuh jiwaku terus sepi menunggu dia kembali...”
*heyy, when i read this, there was water on my eyes.. :’)
[plis yaa..tulisan saya ini ga ada hubungannya sama pemilu sekarang]

Awalnya kukira endless love itu hanyalah bualan dikalangan anak muda masa kini. Terlalu cetek. Tetapi setelah membaca kalimat ibu tersebut membuatku berpikir ulang, Endless Love itu ada : cinta orang tua kepada anaknya.. bahkan ketika sang anak telah beranjak dewasa dan menua, perasaan mereka tetaplah sama; meskipun seolah tidak terlihat, tetapi cinta kasih dan kesediaan berkorban mereka untuk anaknya tetap lah terjaga.

Ibuku selalu berkata kepada anak-anaknya, “belajarlah dengan sungguh-sungguh, selama bapak dan ibuk masih mampu mengusahakan yang terbaik. Semua bukan demi bapak maupun ibuk, semua demi masadepan kalian; jika kalian sukses kelak, nikmatilah, bapak ibuk tidak akan minta"
Sejujurnya aku benci setiap kali ibuku mengatakannya.. membuatku merasa tidak berguna samasekali sebagai anak. Tapi memang, sebesar apapun usaha anak untuk membahagiakan orang tuanya tidak akan pernah bisa membandingi apa yang telah mereka berikan.

Sadar maupun tidak, tidak ada di dunia ini manusia yang mencintai kita sebesar dan setulus mereka. Lantas apa balasan kita untuk mereka?. Mereka tidak pernah meminta balasan atas cinta mereka. Samasekali tidak. Tetapi, setidaknya kita tahu diri, setidaknya kita tidak menyakiti, setidaknya kita selalu berusaha membuat mereka senang ketika melihat kita, perlakuan kita, tuturkata kita, prestasi kita.

Terkadang mengherankan melihat dua insan yang saudara pun bukan, akan tetapi dengan mudahnya mengatakan cinta pada satu sama lain, dengan entengnya mengatakan maaf ketika khilaf, tetapi sulit mengatakan yang serupa kepada orang tua.

Cinta yang meluap untuk mereka, namun sulit untuk dituangkan dalam kata-kata.

Semoga Tuhan senantiasa memenuhi hati mereka dengan rasa syukur, dan menetapkan kebahagiaan di dalam hati mereka. Amiin, :’)


♪ kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa...
hanya memberi, tak harap kembali...
bagai sang surya menyinari dunia...


Sekian,
Kediri, 02 Juli 2014

Karena Kita Selalu Ada

“Dulu, kini, dan nanti... teman tetaplah teman, tidak akan ada ‘mantan teman’”

Mungkin kisah kita akan sepertihalnya bunga yang bersemi untuk kemudian merekah indah dan pada akhirnya harus layu dan melebur. Tidak terlihat indah lagi memang, tapi tau kah bahwa kenangannya ketika bersemi dan tumbuh merekah tidak akan begitu saja ikut melebur, kenangan itu akan terus hidup dan bersemi di dalam hati, bahkan terkadang membuat kita seperti seorang idiot, tersenyum geli seorang diri ketika mengingatnya.

Bermula dari pertemuan yang mungkin biasa saja, yang bersemai menjadi persahabatan yang memunculkan nama-nama baru; si gundul, si tong, si gendut, cethul, o’on, kingkong, dll; haha.. mungkin tidak semua orang yang mendengarnya bisa menerimanya dengan baik, tapi itulah ‘sebutan kesayangan’, ya, kesayangan, karena pada setiap sebutan itu pastilah ada secuil perasaan yang disadari maupun tidak adalah kasih sayang yang tumbuh dalam bingkai kebersamaan. Bahkan bullying pun merupakan bentuk lain dari sebuah rasa sayang di dalam sebuah persahabatan. :)

Namun, kehidupan akan terus berlanjut. Setiap manusia terus berkembang, berubah seiring perubahan waktu. Pun kita, yang akan berubah dan lambat laun harus terpisah mengikuti tangga kehidupan masing-masing. Pertemuan kita boleh jadi selesai, tetapi tidak akan pernah ada kata selesai untuk sebuah persahabatan. Karena kamu, karena kalian, karena kita, akan selalu ada, tersimpan rapi dalam sebuah kotak kenangan.

Kenangan kita mungkin tidak seperti gula yang setiap butirnya manis. Mungkin seperti cookies, ada bagian manis dan  pahit pada setiap kepingnya. Tidak sempurna memang, but, that  imperfection will makes our memories felt so perfect. :)

Terimakasih untuk setiap ukiran kenangan yang telah dan masih akan kita buat.. :) 

kamu sangat berarti istimewa di hati, selamanya rasa ini...
jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingat lah hari ini...






you will always be in my life, even if i’m not in your life, cause you’re in my memories.. :)


Kediri, 26 Juni 2014

Sajak untuk Ibuku

Ibu,
lihatlah anakmu ini yang tinggal hitungan hari terbilang 20..

ibu,
sungguh sebagian dari kehidupan telah aku tapaki,
berjuta perasaan telah aku alami,
manis yg membuatku tinggi, sampai pahit yg mengiris hati..

ibu,
ini aku, tengah berdiri dengan peluh,
menahan keluh kehidupan,
rapuh..

Ibu,
Mereka bilang ini melelahkan,
Mereka bilang ini membencikan,
tapi sungguh ibu,
kekuatan kasihmu tak pernah mengajariku kata lelah,
kelembutan hatimu tak pernah mengajariku kebencian,

Ibu,
sungguh irama jantungmu selalu mengajarkanku kasih sayang,
memberikan pemahaman tentang perbedaan,

Sungguh ibu,
senyum tulusmu selalu mengajarkanku penerimaan,
maaf dalam setiap kesakitan,

ibu,
ini aku, masih berdiri dengan peluh,
menahan keluh kehidupan,

sungguh ibu,
mohonkan pada Tuhan hati yang lurus selalu,
untukku, anakmu..



Malang, 040514

"Cinta Harus Memiliki" :)

Selamat pagii~
pagi ini saya mau bahas soal cinta (lagi) nih.. *padahal masih pagi, tapi gapapa laahh.. biar paginya jadi angetan.. hahah
yuk merapat, ;)
NB: ini hanya dari sudut pandang penulis loh.. jadi bukan ilmu eksak :D


Terinspirasi dari kalimat adek kos semalem, “cinta tak harus memiliki” ..

Mungkin kalian juga pernah mendengar kalimat semacam itu, entah dari orang yang tidak pernah berani menyatakan perasaannya dan hanya mampu mengagumi dalam diamnya, atau mungkin sudah pernah menyatakan, tapi tidak diterima.. *tetep semangat yaa! ;)  hehe

Bagiku “cinta itu harus memiliki”, setidaknya memilikinya dalam hati  kita..
memiliki dalam hati, justru itu lah yang lebih penting, tetapi malah sering terlupakan..
ketika kita jatuh cinta, mungkin seringkali kita menginginkan seseorang yang kita cintai berada di dekat kita, selalu ada untuk kita, yang tanpa sadar keinginan  seperti itu bisa menjerumuskan kita pada sesuatu yang mendosakan.. akan tetapi ketika kita jatuh cinta dan ada rasa memiliki di dalam hati, rasa memiliki itu yang akan menjaga kita juga orang yang kita cintai.. seperti halnya ketika kita memiliki suatu benda kesayangan  yang berharga, pastilah kita akan berusaha dengan sungguh menjaganya, merawatnya, khawatir rusak, khawatir kotor.. pun ketika kita merasa memiliki sesorang dalam hati kita, pastilah kita akan berusaha menjaganya dari keinginan diri kita yang bisa merusaknya;  merusak dirinya, kehormatannya, atau mungkin keimanannya..

Emm,, sekarang kita coba telaah ulang cinta kita kepada Tuhan.. apakah Dzat Tuhan yang tidak kasat mata sehingga membuat-Nya seolah tidak nyata selalu berada di dekat kita lantas membuat kita merasa tidak apa jika tidak memiliki-Nya? Cintailah Tuhanmu, milikilah Tuhan di dalam hatimu.. dengan begitu kita akan selalu menjaga diri kita dan menjaga agama-Nya dengan senantiasa melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, memperjuangkan agama-Nya, dan pada akhirnya akan ada balasan surga yang indah nantinya, :)

Pun ketika kita telah berhasil menjaga diri dan orang yang kita cintai, pastilah kita akan menemui akhir yang indah... mungkin bukan yang kita inginkan, tapi yang benar-benar kita butuhkan.. akhir yang indah sesuai garis Tuhan, atas ridho-Nya.. mana ada yang lebih penting dan berharga daripada ridho-Nya? :)

jadiii..  jangan mengartikan ‘memiliki’ hanya dalam artian sempit..  memiliki yang berarti orang yang kita cinta secara lahiriah selalu di samping kita, bersama kita, dan lain sebagainya misalnya..

Tulisan ini bukan bermaksud menggurui.. bukan, sama sekali bukan..
ini hanyalah serakan-serakan kalimat yang ada di pikiran si penulis.. bahkan si penulis pun masih sering khilaf dalam mempraktikkannya, :’D


Semoga Tuhan senantiasa menjaga kita, dan merangkaikan jalan yang indah pada setiap langkah.. :)


SEKIAN ^^
Malang, 20 April 2014

Memahami untuk Menerima

Ada pepatah lama “hidup ini bagaikan roda yang terus berputar, tak selamanya yang di atas tetap akan di atas, dan tak selamanya yang di bawah akan terus di bawah”.

Kita akan dapat merasakan berada di atas jika kita pernah merasakan berada di bawah, pun sebaliknya.

senang, sedih, kecewa, adalah bagian dari kehidupan, namun itu adalah pilihan. misalnya saja ketika Tuhan menguji kita dengan berbagai hal menyakitkan. Saat kita memikirkan tentang kesakitan-kesakitan itu, saat itulah kita menentukan pilihan untuk bersedih. Lantas bagaimana jika ingin memilih untuk tetap merasa senang? Bersyukur.

Pikirkanlah bahwa tidak semua hal menyakitkan berisi kesakitan, tapi juga hikmah. Pikirkanlah bahwa mungkin dari hal menyakitkan itu akan membuatmu selangkah lebih baik, mengajarimu tentang pemahaman hidup misalnya.

Pun kebencian. Sebagian orang mungkin melampiaskan kekecewaan terhadap sesuatu maupun seseorang dengan membenci. Lantas apa gunanya? Kebencian yang dipelihara hanya akan ‘mengawetkan’ kekecewaan dan kesedihan yang ada. Kesalahan yang diperbuat manusia bukanlah untuk dibenci, melainkan untuk ‘diterima’, dalam artian diingkari tetapi dipahami bahwasannya tidak ada manusia yang sempurna selalu benar.

Tempatkanlah Tuhan di dalam hati, maka tidak akan ada alasan yang tepat untuk berlarut dalam duka, tidak pula ada alasan yang tepat untuk menyimpan kebencian.

Dua hal yang harus dilupakan : Kebaikanmu kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu

Dua hal yang harus diingat : Kebaikan orang lain kepadamu dan kesalahanmu kepada orang lain



Saya mungkin tidak pandai bernyanyi.. tapi ini salah satu lagu favorit saya, :)





Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu...
Cinta dari-Nya menjawab semua masalahmu...
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman..
perangi neraka di dalam hatimu, damaikan jiwamu dengan cinta Dia..
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh..
Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu..

Seruhkan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepada-Nya..
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya..
Karena Tuhanlah Maha Cinta..




Sekian :)
Malang, 02 April 2014

Tuesday, April 1, 2014

Pemahaman


Tidak semua yang dirasakan bisa diucapkan,
Tidak semua yang dirasakan harus diucapkan,
Tidak semua yang diucapkan bisa dimengerti,
Dan tidak semua yang tidak diucapkan tidak dipahami.

Tidak hanya dalam matematika, Tuhan menciptakan segala sesuatu lengkap dengan komplemennya atau mungkin inversnya.. ada baik, ada tidak baik; ada mudah, ada tidak mudah; pun cara manusia menerimanya..
Sebagian orang mungkin tau cara memaknai setiap hal, sekecil apapun, yang ada pada mereka.. sebagian lainnya mungkin sesekali..
Itu lah yang harusnya disadari.. setiap kemampuan seseorang ada limitnya yang tidak bisa dipaksakan selalu ada nilainya dimana diinginkan.. ada kalanya seseorang bisa mengerti dan ada kalanya perlu dimengerti..

Sesuatu yang kecil bagi seseorang bisa saja adalah yang berarti besar untuk orang lain..
Sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang barangkali adalah sesuatu yang memuakkan bagi orang lain..

Hanya harus saling mengerti dan tidak hanya memandang dari sudut pribadi..

Tuesday, December 31, 2013

untitle

emm... lagi seneng , lagi sedih, mau nulis, tapi bingung gimana nulisnya..  mungkin gini aja..

Setiap manusia diciptakan dengan memiliki perasaan.. salah satunya cinta.. ( belum-belum udah cinta aja? Never mind! kebetulan juga lagi jadi trend topic disini (klaseman) sepertinya :D)

Bicara soal cinta, mungkiin setiap orang punya definisi sendiri mengenai apa itu cinta.. lalu, apa definisi cinta versiku? Entahlah.. :D  aneh memang..

Sungguh bersyukur hidup di dunia ini terasa sekali cinta yang Allah berikan untuk kita.. melalui keluarga.. melalui orang-orang disekitar.. semua itu benar-benar membawa bahagia.. akan tetapi kita harus menyadari pula bahwa semua itu juga merupakan cobaan dari Allah.. apakah cinta itu akan membuat kita semakin dekat kepada Yang Maha Memiliki Cinta, atau justru sebaliknya? Membuat kita terbuai, yang akhirnya menarik kita kedalam jurang nista, membuat kita lupa mana yang haq dan mana yang bathal, bahkan membuat kita sampai hati menggadaikan keimanan.. naudzubillahi mindzalik :’)

Sesungguhnya Allah akan memberi cobaan kepada kita melalui apa-apa yang kita senangi, melalui apa-apa yang amat kita cintai.. hendaknya kita memasrahkan apapun yang kita senangi, kita cintai, kepada Allah.. jangan mencintai sesuatu secara berlebihan.. cintai segala sesuatu dengan dasar cinta kepada Allah.. mencintai dengan tetap mengagungkan firman-firman-Nya.. mencintai dalam batas-batas kewajaran, sehingga kelak apabila Allah memintanya kembali, kita bisa dengan ridlo mengembalikannya.. :’)

tempatkan lah Allah sebagai cinta tertinggimu, (eh, sepertinya ini kata-kata dapat dari seseorang.. Seseorang? Iya, seseorang :’D *Ah! sudahlah, :’)

terimakasih untuk keluargaku.. teman-temanku.. kamu.. kamu.. dan kalian.. yang sudah mau membagi cintanya kepadaku.. :)) <3 honestly, i do love you too..




hahahah




Sekiaaann... ^^

Sunday, December 1, 2013

Pakaian Sejati

Banyak orang mengartikan pakaian hanya sebatas sebagai kebutuhan pokok manusia, pakaian yang tampak dari luar untuk menutup aurat. Tetapi lebih dari itu, salah seorang penceramah agama pernah mengatakan bahwasannya pakaian sejati manusia adalah baiknya budi pekerti.
Pakaian bagus, mahal, dan bermerek mungkin dapat membuat derajat manusia terlihat lebih tinggi diantara yang lain di kehidupan dunia, namun perlu dipahami, bukanlah pakaian mahal maupun bermerek yang akan kita kenakan untuk menghadap Allah pada hari akhir nanti, di hari kita akan dimintai pertanggungjawaban, tetapi budipekerti kita lah yang akan meliputi kita menghadap Allah SWT. Budi pekerti yang baik lah yang dapat menyelamatkan kita dari azab Allah. begitupun sebaliknya.

 "Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk/rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah memandang isi hati dan amalan-amalan kalian" (HR. Muslim)

Lantas bagaimanakah budipekerti yang baik itu?
Setiap manusia diciptakan dalam keadaan lebih sempurna dibandingkan makhluk lain. Manusia diciptakan dengan dibekali akal disamping hawa nafsu agar mereka dapat berpikir dan  tidak senantiasa mengikuti hawa nafsunya. Hendaklah setiap manusia menggunakan akalnya untuk mengambil peringatan-peringatan dari Allah. Sesungguhnya segala sesuatu yang diperintahkan maupun dilarang oleh Allah SWT telah tertulis dalam Al-Quran maupun Al-Hadisn baik berkenaan dengan kehidupan sosial maupun ibadah kepada Allah SWT. Orang-orang yang senantiasa berusaha memenuhi perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya itulah orang-orang yang bisa dikatakan berbudipekerti luhur, dan tergolong orang-orang sholih.
Sesungguhnya Allah telah menjanjikan balasan yang lebih baik untuk manusia  yang mau beramal sholih (berbudi pekerti baik) di dunia dan akhirat, yang tercantum dalam firman-Nya:

"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik (di akhirat) dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS. An-nahl: 97)

Dari ayat tersebut dapat kita petik juga bahwasannya budipekerti yang baik di sisi Allah adalah budipekerti yang dilandasi keimanan.
Semoga kita senantiasa diberkahi dalam keimanan.

Sekian :)



Sunday, May 26, 2013

Aku Ingin Pulang

Tulisan ke-2nya.. --Aku Ingin Pulang--
Oleh: "DHP"


Aku mau pulang, membawa sebuah bingkisan, berwarna merah jambu beraroma manis, sama sekali tidak romantis, karena aku membungkusnya ketika sedang gerimis, aku bungkus  dengan kertas hitam, karena langit terlihat muram, kulihat awan-awan datang, membawa gemercik tanpa hujan yang tak kunjung datang, kulihat semuanya menjadi suram, termasuk hutan-hutan, di dekat hutan ada sungai, airnya mengalir lembut bagaikan selimut, hati yang dingin juga butuh selimut, selimut tidak harus lembut, yang penting dirajut oleh tangan seorang pelaut, bingkisan itu aku letakkan, pada sebuah altar berbentuk segidelapan, udara malam mulai dingin sayang, maukah engkau memakai selimut, yang dibuat dari goresan crayon merah marun, tapi aku lebih suka biru muda, karena itu warna langit, langit menghubungkan hati, lihatlah kesana jika hatimu ingin terhubung, disana ada sebuah awan, yang berwarna putih kelabu, seperti warna matamu ketika termenung, kenapa tidak berwarna coklat muda, mungkin sedikit gelap, karena coklat mengingatkanku akan sesuatu, yaitu warna matamu.

Air laut itu asin, suatu hari aku bermain air, dan aku terbawa ombak, aku sadar aku bukan perenang, sudah pasti aku akan tenggelam, kala itu ada yang berbeda, pada bibirku, aku tersenyum, manis sekali, mulai menelan air laut, lidahku asin tapi senyumku tidak, aku jadi ingat pohon, pohon yang teduh di kala terik, anginnya sejuk, aku berkeringat, semula aku menyesal, itu akan membasahi bajuku, dan membuatnya kotor, angin dari pohon menghapus sesal, rasanya enak, bila keringat bertemu angin, rasanya dingin, seperti air sungai, sungai di kaki bukit, aku bermain air, kali ini hanya kakiku, kakiku bermain air, ah ini cuma sungai, ada ikan-ikan kecil, mereka bermain, aku menggerakkan jemari kakiku, di atas bukit ada sepasang burung, mereka serasi sekali, begitu alami, tidak romantis, tapi begitu alami, mereka bahagia, bertengger di pohon anggur, di pohon sebelahnya ada kumbang, posisinya tidak biasa, seperti orang sujud, ternyata ia sedang minum, air itu berasal dari embun, embun itu menempel di punggungnya, itulah mengapa ia bersujud, supaya air dari embun mengalir, mengalir ke mulutnya, melepas dahaga, ternyata masih pagi, kumbang itu memang sedang bersujud, rupanya ia tengah bersyukur, atas embun yang diberikan Tuhan pagi itu, air mataku meleleh, dadaku sesak, aku ingin pulang.

Aku pulang, halaman rumahku bersih sekali, mungkin karena ibu, disana ada banyak buah, ada buah apel, buah favoritku adalah apel, tapi tidak ada pisang atau jeruk, aku mengambil apel, aku memakannya, lalu aku berbaring di atas rumput, tiba-tiba aku mengantuk, dan aku bermimpi, tentang sebuah perhiasan, bentuknya sangat aneh, aku belum pernah melihatnya, mungkin sejenis permata, berwarna hijau, indah  sekali, seperti warna daun pada pohon, pohon yang berada di atas bukit, lalu aku terlelap, aku mengigau, itu kata ibuku, aku menyebutkan sebuah nama, aku lupa, namanya indah, aku jadi merasa gundah, siapa pemilik sebuah nama, yang memancarkan sebuah cahaya, cahaya bulan menusukku, dengan ribuan pertanyaan, itu lirik sebuah lagu, lagu favoritku, tentang manusia yang mencari hakikat, mencari tahu siapa dirinya, dengan segala daya dan upaya, dekatkanlah dirimu kepada Tuhan, juga kepada alam, maka engkau akan tahu, siapa dirimu yang sebenarnya, lagi-lagi lirik lagu, aku memang tidak kreatif, aku tidak pandai bersyair, kewajibanku banyak, tapi waktuku tidak, hatiku gelisah, mungkin sudah waktunya berdiri, mencari jawaban kegelisahan hati, itu juga lirik sebuah lagu, kapan aku bisa menciptakan syairku sendiri, aku sudah bangun, aku sudah di rumah, aku sudah pulang. Sekian

Tulisan Tanpa Judul

tanpa sengaja membuka folder lama.. --Tulisan Tanpa Judul--
Oleh: "DHP"


Sekali waktu aku sering membayangkan bagaimanakah aku di masa depan. Di masa itu aku membayangkan aku dalam kondisi pulang dari bekerja, aku letih sekali, dan aku mempunyai seorang istri yang tengah menungguku di dekat pintu sambil mengenakan pakaian terbaiknya, ia tengah menyambutku. Dia menatapku sambil tersenyum, sedangkan aku berjalan tersungkur karena lelah bekerja, seolah-olah di gambarkan sebagai seorang yang sering lupa bersyukur. Aku melepas kaos kaki dan sepatuku, aku longgarkan dasi dan kemejaku. Aku masuk, aku mendapati istriku masih dalam kondisi tersenyum, dia manis sekali, senyumnya konstan sehingga sama sekali tidak berkurang, bahkan senyumnya mempunyai percepatan sehingga senyumnya semakin lebar. Dia memelukku, erat sekali. Sore itu dia wangi sekali, sedangkan aku dengan pakaian berantakan adalah suami yang berbau busuk seperti kaos kaki. Dia tidak peduli, bahkan dia semakin erat memelukku, aku mendapati dia tengah mendengarkan sesuatu, lalu ia berkata “aku sedang mendengarkan detak jantungmu, karena memang disanalah semestinya aku berada, aku adalah tulang rusukmu, aku dekat sekali dengan jantungmu, kuharap... itulah aku.” Seketika senyumnya menjadi pupus, raut mukanya menjadi sayu, nampaknya dia ketakutan sekali. Dia sedang memberikanku sebuah pertanyaan tanpa tanda tanya. Dan aku tidak punya jawabannya. Aku mencintainya, dia adalah wanita kedua setelah ibuku. Air mataku meleleh takkala aku sadar tidak punya jawaban atas rasa takut dan keraguannya. 

Aku selalu berusaha menempatkan cinta tertinggiku hanya kepada Tuhan, lalu di ikuti cintaku kepada ibu. jika aku menjanjikan sesuatu padanya saat itu, maka aku akan mendahului kehendak Tuhan, maka aku akan mengacuhkan janji Tuhan. Inilah yang bisa aku lakukan, aku hanya akan berusaha terus mencintainya dan menempatkannya sebagai sebuah cinta setelah ibuku. Tuhan Maha Segalanya, termasuk membolak-balikan hati hambanya. Karena Tuhan tau mana yang dibutuhkan hambanya dan itu tidak selalu sejalan dengan apa yang sangat diinginkan hambanya. Di dalam kitab suci, Tuhan sering kali berfirman demikian. Memang dia adalah istriku, belahan jiwaku, kekasih pertamaku, dan aku sering menganggap bahwa kita berjodoh. Tapi siapa yang tahu? Maut dan perceraian mungkin bisa membuat kami tidak berjodoh, tapi bukan berarti tidak ada opsi lain. Tuhan itu maha baik, boleh jadi kami adalah dua insan yang memang di takdirkan selalu bersama sampai akhir hayat. Imajinasi masa depanku kututup dengan doa yang kupanjatkan kepada-Nya, aku berdoa semoga Dia selalu merawat hatiku dan hati istriku kelak, semoga Dia memberikan kebahagiaan dunia akhirat kepada ibuku. Maka bertambahlah cintaku kepadaNya, yang maha memberi segalanya. Maka bertambahlah cintaku kepada ibu, yang telah membawaku ke dunia ini, membuat aku bernafas bahagia dengan cinta kasihnya, memberiku kesempatan bernyawa dengan nafkahnya, membuka ruang dan waktu untuk bertemu istriku. Semoga kelak anak-anakku juga bisa seperti itu, menempatkan cintanya kepada Tuhan sebagai cinta tertinggi, lalu di ikuti cinta kasihnya kepada ibu mereka. Betapa bahagianya ketika aku menyadari bahwa ibu dari anak-anak ku ternyata adalah istriku. (surabaya, 16 mei 2012)

Monday, February 18, 2013

Wise words taken from Cartoons

"You gotta let go the past 'cause it just doesn't matter, the only thing that matter is what you choose to be now"-Xiao Po-

"Anything is possible when you have an inner peace"-Shifu-

"You have to stop living in the past, you just hurts your heart"-Patrick-

"To make something special, you just have to believe it special"-Po's Dad-

"Yesterday is history, tomorrow is mistery, but today is a gift"-Oogway-

"If you want it, you must will it. If you will it, it must be yours"-Happy Feet-

Monday, July 23, 2012

Ramadhan


Alhamdulillah... Maha suci Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang masih memberikan nafas kepada kita hingga detik ini, hingga kita kembali menjumpai bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan.. :)

Bulan Ramadhan adalah bulan suci dimana diwajibkan kepada umat muslim untuk mengerjakan puasa.
Yapp!! Puasa itu wajib bagi orang islam.
Seperti firman Allah dalam Al-quran :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “. (QS. Al-baqoroh:183)

Banyak orang yang mengartikan puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus dari pagi hingga waktu maghrib.
Sejatinya puasa bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan nafsu, menahan amarah, menghindari perkataan dusta, perbuatan dosa dan segala macam bentuk maksiat (termasuk bagi yang suka ngegosip looh).  Atau yang kita dapat hanyalah lapar dan haus.

Rasulullah SAW bersabda: “Kadang – kadang (banyak) orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan kadang – kadang (banyak) orang yang beribadah pada malam hari namun tidak mendapatkan darinya kecuali hanya begadang saja".

Naahh kaan rugii...

Mungkin sering kita mendengar kalimat “STOP maksiat di bulan Ramadhan!”, iya kan?
Jujur saja saya sering merasa lucu dengan kalimat itu. Apakah maksiat hanya harus dihentikan di bulan Ramadhan saja? trus di bulan-bulan yang lain boleh gitu? Apakah kewajiban untuk menjadi muslim yang baik hanya berlaku di bulan Ramadhan saja? sedangkan di bulan yang lainnya tidak?
Memang di bulan Ramadhan tiap-tiap amalan yang baik maupun yang buruk balasannya dilipatgandakan, tetapi hal itu bukanlan alasan yang tepat untuk menjadikan diri kita muslim yang patuh kepada Allah hanya di bulan Ramadhan saja, sedangkan di bulan-bulan yang lain kita cenderung meremehkan dosa.
Seharusnya sebagai seorang muslim hendaknya kita selalu berusaha menjadi sebaik-baiknya hamba Allah,  tanpa memandang kapan, dimana, dan bagaimanapun keadaan kita. Dalam susah maupun senang, dalam longgar maupun sempit.
Hanya saja, manfaatkan lah bulan Ramadhan ini dengan meningkatkan pengamalan-pengamalan yang baik. Kapan lagi kita mendapatkan kesempatan melipatgandakan pahala dari kebaikan yang kita lakukan selain di bulan Ramadhan?
Mari senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan.
Jangan lupa niat mukhlish karna Allah, mencari ridho Allah.

Wednesday, June 27, 2012

Lyric : Greyson Chance - Waiting Outside the Line

This is one of my favorite songs.. :) very inspiring.

Greyson Chance -- Waiting Outside the Line

you'll never enjoy your life
living inside the box
you're so afraid of taking chances,
how you gonna reach the top?

rules and regulations force you to play it safe
get rid of all the hesitation
it's time for you to seize the day...

instead of just sitting around
and looking down on tomorrow
you gotta let your feet off the ground

the time is now...

i'm waiting, waiting, just waiting
i'm waiting.. waiting outside the lines..
waiting outside the lines
waiting outside the lines...

try to have no regret even if

Tuesday, June 19, 2012

Tuhan Ada Bersamamu


Harapan itu selalu ada jika kamu percaya.
Selalu dan selalu ada. Jangan pernah berkata tak mungkin atau mustahil. Semua mungkin.
Teruslah panjatkan harapanmu pada Tuhan, ceritakan semua bebanmu padaNya ketika itu menyesakkan dadamu, menangislah jika itu membuatmu lebih lega, tapi berjanjilah bahwa kamu akan bangkit menatap dunia dan bersiap melewatinya.

Percayalah Tuhan selalu ada di hatimu, di setiap detak jantungmu, di setiap aliran darahmu, di setiap hembus nafasmu, di setiap langkah kakimu, di setiap sudut hidupmu...

Sebutlah namaNya ketika berat terasa dalam langkahmu, maka cintaNya akan meringankanmu.
Sebutlah namaNya ketika kegundahan menyelimuti hatimu, maka cintaNya akan mendamaikanmu.
Sebutlah namaNya ketika keraguan datang dalam benakmu, maka  cintaNya akan meyakinkanmu.
Sebutlah namaNya ketika rapuh terasa dalam dirimu, maka cintaNya akan menguatkanmu.
Sebutlah namaNya ketika khilaf tertoreh dari dirimu, maka cintaNya akan mengampunimu.
Lantas jangan melupakanNya ketika bahagia datang padamu. Sebutlah namaNya, sampaikan syukurmu padaNya, maka cintaNya akan semakin erat memelukmu... :)

Saturday, May 26, 2012

Aku tak mengerti


Aku.. seperti berada pada sebuah perjalanan. Perjalanan panjang, jauh dan melelahkan. Perjalanan menuju sebuah titik yang aku menyebutnya titik kemuliaan tertinggi manusia, dimana ia akan menghabiskan hidupnya dan menemukan kebahagiaan sebenarnya.. ‘Rumah Sejati’.

Sekarang, hari ini, di kota ini, dalam perjalanan ini, dalam terik dan badai.. dahaga mengusik, kaki tak mampu lagi menumpu badan.. aku lelah. Aku ingin berhenti. Tapi harusnya aku tak berhenti. Tuhan telah berpesan padaku untuk tidak berhenti sebelum aku menemukan titik itu. Tidak tepat untukku pabila aku berhenti sekarang. Tidak boleh. Tapi aku lelah.. sangat lelah.

Tegak kokoh berdiri di depanku, sebuah pohon besar, lebat, dengan buah-buahan yang menggantung padanya, seolah menjanjikanku kedamaian. Aku pun berhenti, tak menuruti nasihat Tuhan. “Tuhan.. aku mungkin bisa membangun rumah sejatiku dari pohon ini.. ijinkanlah” egoku.
Aku mulai bersandar, melepas penat, berteduh dibawahnya. Menghapus dahaga dengan buah yang ku petik darinya. Manis. Segar. 
Ketika malam datang dan dingin menusuk tulang rusukku, kuambil rantingnya, ku gosok dan menghadirkan api darinya. Hangat. Seperti dalam pelukan. Damai.
Aku merasa benar. Aku benar telah memilih pohon ini untuk kujadikan rumah sejati.. sehingga kutemukan kedamaian dalam dekapannya. Dan memang

Masih Ingin di Sini

Biarkan aku terbaring sejenak.. meringkuk..
Sejenak saja.. karena aku pun tak ingin berlama-lama..
Hanya sebatas menikmati duka menikmati asa dan nestapa..

Bukan aku lemah, bukan aku tak mampu bangkit..
Hanya saja aku belum menginginkannya..

Aku masih ingin di sini.. bersama pohon tua ini..
Biarpun daun telah gugur sehingga tak mampu lagi melindungiku dari terik..
Biar pun batang telah rapuh sehingga kapan saja bisa terjatuh menimpaku..
Tapi aku tetap masih ingin di sini.. di tempat ini..
Yang memberiku nyaman diwaktu dulu..

Biarkan aku tetap di sini..
Mengharap keajaiban menyemaikannya lagi.. menguatkannya lagi..
Hingga aku kembali nyaman bersandar..

Biarkan aku tetap di sini.. berharap..
Hanya sampai pada titik ku lelah..

Wednesday, May 23, 2012

135136297

Terpejam..
Tak tau apa yang harus dipikirkan..
Apa yang harus dibayangkan..

Menetes, Mengalir..
Bukan hujan bukan pula sungai..
Hanya butir permata yang terjatuh dalam samudra yang menjadikannya tak berharga..

Singkat..
Harmoni mengalunkan nada bersenandung cinta berhembus menjejak merasuki jiwa..
Bukan biru seperti cerahnya langit, bukan pula merah seperti cantiknya mawar..
Hanya putih yang tertutup bayangan yang menjadikannya buram dan terlupakan..

Tuhan..
Hanya Engkau yang tahu binar mataku ketika tertuju pada raut itu..
Kembang senyumku, merah pipiku ketika kusebut nama itu..
Gendrang jantungku ketika raga itu tersandar di sisiku.. bersamaku..

Tuhan..
Kini pun ketika asa memilu, ketika raut menjadi sendu masih hanya Engkau yang tahu..
Tersengal nafasku..
Sesak..

Tuhan..
Ampun..
Ini bukan keluh apalagi murka..
Hanya barisan kata yang tercipta begitu saja..

Tuesday, May 1, 2012

Tokek Pagi

Tokek pagi?? ada apa dengan si tokek??
Itu tuu.. anak tokek hasil piaraannya bapak bikin gara-gara sama aku..
ngga tau sejak kapan nyusup di kamarku.. :(

Critanya gini nih..
Tadi pagi sehabis mandi, seperti anak rajin pada umumnya segera mengambil sapu, mulai ngebersihin kamar.. tiba-tiba ngga sengaja aku ngejatohin 'sesuatu' yang nggelundung ke bawah meja. Akhirnya aku raba-raba ke bawah meja tiba-tiba kerasa aja yang nempel ditanganku, sontak aku treak trus naik ke atas tempat tidur. Aku intipin, ternyata ada anak tokek lumayan gede di bawah meja. Aku kan jiji banget sama namanya tokek, trus aku treak-treak manggil bapak, ibuk, kakak.. eh, bukannya nolongin aku malah di ketawain. Aku nangis, masih diketawain :(( nangis deh tambah kenceng, baru ditolongin.
Tau gak apa yang kemudian terjadi?? tokeknya ngga dibuang. Mas bilang "ksian tokeknya masih lemes". Aku dalam hati "sama tokek kasian, aku nangis ga kasian belass. Jadi kakaknya si tokek aja kalo gt" .

Habis itu si tokek ngga di buang, dipiara lagi di blakang rumah.
Itu nanti kalo berkembang biak, terus merambat-merambat, terus masuk ke kamarku lagi gimana cobaa???

aaaahhh... :'( semoga tidakk!

Monday, April 30, 2012

Life is Hard

Hidup ituu ngga selamanya mulus.. kadang kita di atas, kadang kita di bawah. Saat di atas, saat harapan terkabulkan dengan sempurna tanpa hambatan sedikitpun tentu akan terasa sangat menyenangkan. Tapi saat kita di bawah, saat semua kerja keras telah diusahakan tetapi masih tak membuahkan hasil atau malah membuat kita semakin terpuruk, aahhhh tak terbayangkan lagi rasa hancurnya.. (-__-')
Tapi itu bukan lah akhir kawan! :)
Inilah hidup.. terkadang kita memang perlu merasakan berada di bawah agar kita bisa lebih menghargai hidup.

Banyak orang mengatakan "Hidup itu kerass!!".. *aku jawab:"Setujuu!! (>.<')"*

Hidup memang keras, karena itu harus kita lunakkan kalau kita tidak ingin hidup sengsara dalam ketidakberdayaan *dduuhh..bahasaku reekk :D *. Dengan apa??? tentu saja dengan Kerja kerass!! :) meskipun tidak semua usaha berakhir sempurna alias gagal, tapi sebenarnya itu bukanlah kegagalan, bukanlah kesia-siaan. Hanya penundaan, atau mungkin ada ganti yang lebih baik.. ingat "baik di mata kita belum tentu baik di mata Tuhan".
 
Jangan pernah takut mencoba, berusaha dalam setiap kesempatan. Apapun hasilnya setidaknya kita sudah berusahaa.. kalau pun tidak terwujud, anggap saja bukan rejekinya.. jangan merasa menyesal atas apa yang sudah kita usahakan, kita korbankan. Karena sejatinya hidup itu memang perlu perjuangan



NEVER GIVE UP!! (>__<')/