Banyak orang mengartikan pakaian hanya sebatas sebagai kebutuhan pokok manusia, pakaian yang tampak dari luar untuk menutup aurat. Tetapi lebih dari itu, salah seorang penceramah agama pernah mengatakan bahwasannya pakaian sejati manusia adalah baiknya budi pekerti.
Pakaian bagus, mahal, dan bermerek mungkin dapat membuat derajat manusia terlihat lebih tinggi diantara yang lain di kehidupan dunia, namun perlu dipahami, bukanlah pakaian mahal maupun bermerek yang akan kita kenakan untuk menghadap Allah pada hari akhir nanti, di hari kita akan dimintai pertanggungjawaban, tetapi budipekerti kita lah yang akan meliputi kita menghadap Allah SWT. Budi pekerti yang baik lah yang dapat menyelamatkan kita dari azab Allah. begitupun sebaliknya.
"Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk/rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah memandang isi hati dan amalan-amalan kalian" (HR. Muslim)
Lantas bagaimanakah budipekerti yang baik itu?
Setiap manusia diciptakan dalam keadaan lebih sempurna dibandingkan makhluk lain. Manusia diciptakan dengan dibekali akal disamping hawa nafsu agar mereka dapat berpikir dan tidak senantiasa mengikuti hawa nafsunya. Hendaklah setiap manusia menggunakan akalnya untuk mengambil peringatan-peringatan dari Allah. Sesungguhnya segala sesuatu yang diperintahkan maupun dilarang oleh Allah SWT telah tertulis dalam Al-Quran maupun Al-Hadisn baik berkenaan dengan kehidupan sosial maupun ibadah kepada Allah SWT. Orang-orang yang senantiasa berusaha memenuhi perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya itulah orang-orang yang bisa dikatakan berbudipekerti luhur, dan tergolong orang-orang sholih.
Sesungguhnya Allah telah menjanjikan balasan yang lebih baik untuk manusia yang mau beramal sholih (berbudi pekerti baik) di dunia dan akhirat, yang tercantum dalam firman-Nya:
"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik (di akhirat) dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS. An-nahl: 97)
Dari ayat tersebut dapat kita petik juga bahwasannya budipekerti yang baik di sisi Allah adalah budipekerti yang dilandasi keimanan.
Semoga kita senantiasa diberkahi dalam keimanan.
Sekian :)
Sunday, December 1, 2013
Sunday, May 26, 2013
Aku Ingin Pulang
Tulisan ke-2nya..
--Aku Ingin Pulang--
Oleh: "DHP"
Oleh: "DHP"
Aku mau pulang,
membawa sebuah bingkisan, berwarna merah jambu beraroma manis, sama sekali
tidak romantis, karena aku membungkusnya ketika sedang gerimis, aku
bungkus dengan kertas hitam, karena
langit terlihat muram, kulihat awan-awan datang, membawa gemercik tanpa hujan
yang tak kunjung datang, kulihat semuanya menjadi suram, termasuk hutan-hutan,
di dekat hutan ada sungai, airnya mengalir lembut bagaikan selimut, hati yang
dingin juga butuh selimut, selimut tidak harus lembut, yang penting dirajut
oleh tangan seorang pelaut, bingkisan itu aku letakkan, pada sebuah altar
berbentuk segidelapan, udara malam mulai dingin sayang, maukah engkau memakai
selimut, yang dibuat dari goresan crayon merah marun, tapi aku lebih suka biru
muda, karena itu warna langit, langit menghubungkan hati, lihatlah kesana jika
hatimu ingin terhubung, disana ada sebuah awan, yang berwarna putih kelabu,
seperti warna matamu ketika termenung, kenapa tidak berwarna coklat muda,
mungkin sedikit gelap, karena coklat mengingatkanku akan sesuatu, yaitu warna matamu.
Air laut itu
asin, suatu hari aku bermain air, dan aku terbawa ombak, aku sadar aku bukan
perenang, sudah pasti aku akan tenggelam, kala itu ada yang berbeda, pada
bibirku, aku tersenyum, manis sekali, mulai menelan air laut, lidahku asin tapi
senyumku tidak, aku jadi ingat pohon, pohon yang teduh di kala terik, anginnya
sejuk, aku berkeringat, semula aku menyesal, itu akan membasahi bajuku, dan
membuatnya kotor, angin dari pohon menghapus sesal, rasanya enak, bila keringat
bertemu angin, rasanya dingin, seperti air sungai, sungai di kaki bukit, aku
bermain air, kali ini hanya kakiku, kakiku bermain air, ah ini cuma sungai, ada
ikan-ikan kecil, mereka bermain, aku menggerakkan jemari kakiku, di atas bukit
ada sepasang burung, mereka serasi sekali, begitu alami, tidak romantis, tapi
begitu alami, mereka bahagia, bertengger di pohon anggur, di pohon sebelahnya
ada kumbang, posisinya tidak biasa, seperti orang sujud, ternyata ia sedang
minum, air itu berasal dari embun, embun itu menempel di punggungnya, itulah
mengapa ia bersujud, supaya air dari embun mengalir, mengalir ke mulutnya,
melepas dahaga, ternyata masih pagi, kumbang itu memang sedang bersujud,
rupanya ia tengah bersyukur, atas embun yang diberikan Tuhan pagi itu, air mataku
meleleh, dadaku sesak, aku ingin pulang.
Aku pulang,
halaman rumahku bersih sekali, mungkin karena ibu, disana ada banyak buah, ada
buah apel, buah favoritku adalah apel, tapi tidak ada pisang atau jeruk, aku mengambil
apel, aku memakannya, lalu aku berbaring di atas rumput, tiba-tiba aku
mengantuk, dan aku bermimpi, tentang sebuah perhiasan, bentuknya sangat aneh,
aku belum pernah melihatnya, mungkin sejenis permata, berwarna hijau, indah sekali, seperti warna daun pada pohon, pohon
yang berada di atas bukit, lalu aku terlelap, aku mengigau, itu kata ibuku, aku
menyebutkan sebuah nama, aku lupa, namanya indah, aku jadi merasa gundah, siapa
pemilik sebuah nama, yang memancarkan sebuah cahaya, cahaya bulan menusukku,
dengan ribuan pertanyaan, itu lirik sebuah lagu, lagu favoritku, tentang
manusia yang mencari hakikat, mencari tahu siapa dirinya, dengan segala daya
dan upaya, dekatkanlah dirimu kepada Tuhan, juga kepada alam, maka engkau akan
tahu, siapa dirimu yang sebenarnya, lagi-lagi lirik lagu, aku memang tidak
kreatif, aku tidak pandai bersyair, kewajibanku banyak, tapi waktuku tidak,
hatiku gelisah, mungkin sudah waktunya berdiri, mencari jawaban kegelisahan
hati, itu juga lirik sebuah lagu, kapan aku bisa menciptakan syairku sendiri,
aku sudah bangun, aku sudah di rumah, aku sudah pulang. Sekian
Tulisan Tanpa Judul
tanpa sengaja membuka folder lama..
--Tulisan Tanpa Judul--
Oleh: "DHP"
Oleh: "DHP"
Sekali waktu
aku sering membayangkan bagaimanakah aku di masa depan. Di masa itu aku membayangkan
aku dalam kondisi pulang dari bekerja, aku letih sekali, dan aku mempunyai
seorang istri yang tengah menungguku di dekat pintu sambil mengenakan pakaian
terbaiknya, ia tengah menyambutku. Dia menatapku sambil tersenyum, sedangkan
aku berjalan tersungkur karena lelah bekerja, seolah-olah di gambarkan sebagai
seorang yang sering lupa bersyukur. Aku melepas kaos kaki dan sepatuku, aku longgarkan
dasi dan kemejaku. Aku masuk, aku mendapati istriku masih dalam kondisi
tersenyum, dia manis sekali, senyumnya konstan sehingga sama sekali tidak
berkurang, bahkan senyumnya mempunyai percepatan sehingga senyumnya semakin
lebar. Dia memelukku, erat sekali. Sore itu dia wangi sekali, sedangkan aku
dengan pakaian berantakan adalah suami yang berbau busuk seperti kaos kaki. Dia
tidak peduli, bahkan dia semakin erat memelukku, aku mendapati dia tengah
mendengarkan sesuatu, lalu ia berkata “aku
sedang mendengarkan detak jantungmu, karena memang disanalah semestinya aku
berada, aku adalah tulang rusukmu, aku dekat sekali dengan jantungmu,
kuharap... itulah aku.” Seketika senyumnya menjadi pupus, raut mukanya
menjadi sayu, nampaknya dia ketakutan sekali. Dia sedang memberikanku sebuah
pertanyaan tanpa tanda tanya. Dan aku tidak punya jawabannya. Aku mencintainya,
dia adalah wanita kedua setelah ibuku. Air mataku meleleh takkala aku sadar
tidak punya jawaban atas rasa takut dan keraguannya.
Aku selalu
berusaha menempatkan cinta tertinggiku hanya kepada Tuhan, lalu di ikuti cintaku
kepada ibu. jika aku menjanjikan sesuatu padanya saat itu, maka aku akan
mendahului kehendak Tuhan, maka aku akan mengacuhkan janji Tuhan. Inilah yang
bisa aku lakukan, aku hanya akan berusaha terus mencintainya dan menempatkannya
sebagai sebuah cinta setelah ibuku. Tuhan Maha Segalanya, termasuk membolak-balikan
hati hambanya. Karena Tuhan tau mana yang dibutuhkan hambanya dan itu tidak
selalu sejalan dengan apa yang sangat diinginkan hambanya. Di dalam kitab suci,
Tuhan sering kali berfirman demikian. Memang dia adalah istriku, belahan
jiwaku, kekasih pertamaku, dan aku sering menganggap bahwa kita berjodoh. Tapi
siapa yang tahu? Maut dan perceraian mungkin bisa membuat kami tidak berjodoh, tapi
bukan berarti tidak ada opsi lain. Tuhan itu maha baik, boleh jadi
kami adalah dua insan yang memang di takdirkan selalu bersama sampai akhir
hayat. Imajinasi masa depanku kututup dengan doa yang kupanjatkan kepada-Nya,
aku berdoa semoga Dia selalu merawat hatiku dan hati istriku kelak, semoga Dia
memberikan kebahagiaan dunia akhirat kepada ibuku. Maka bertambahlah cintaku
kepadaNya, yang maha memberi segalanya. Maka bertambahlah cintaku kepada ibu,
yang telah membawaku ke dunia ini, membuat aku bernafas bahagia dengan cinta
kasihnya, memberiku kesempatan bernyawa dengan nafkahnya, membuka ruang dan
waktu untuk bertemu istriku. Semoga kelak anak-anakku juga bisa seperti itu,
menempatkan cintanya kepada Tuhan sebagai cinta tertinggi, lalu di ikuti cinta
kasihnya kepada ibu mereka. Betapa bahagianya ketika aku menyadari bahwa ibu
dari anak-anak ku ternyata adalah istriku. (surabaya, 16 mei 2012)
Monday, February 18, 2013
Wise words taken from Cartoons
"You gotta let go the past 'cause it just doesn't matter, the only thing that matter is what you choose to be now"-Xiao Po-
"Anything is possible when you have an inner peace"-Shifu-
"You have to stop living in the past, you just hurts your heart"-Patrick-
"To make something special, you just have to believe it special"-Po's Dad-
"Yesterday is history, tomorrow is mistery, but today is a gift"-Oogway-
"If you want it, you must will it. If you will it, it must be yours"-Happy Feet-
"Anything is possible when you have an inner peace"-Shifu-
"You have to stop living in the past, you just hurts your heart"-Patrick-
"To make something special, you just have to believe it special"-Po's Dad-
"Yesterday is history, tomorrow is mistery, but today is a gift"-Oogway-
"If you want it, you must will it. If you will it, it must be yours"-Happy Feet-
Monday, July 23, 2012
Ramadhan
Alhamdulillah... Maha suci Allah yang
menciptakan langit dan bumi, yang masih memberikan nafas kepada kita hingga
detik ini, hingga kita kembali menjumpai bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan
ampunan.. :)
Bulan Ramadhan adalah bulan suci dimana diwajibkan kepada umat muslim untuk mengerjakan puasa.
Yapp!! Puasa itu wajib bagi orang islam.
Seperti firman Allah dalam Al-quran :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “. (QS. Al-baqoroh:183)
Banyak orang yang mengartikan puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus dari pagi hingga waktu maghrib.
Sejatinya puasa bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan nafsu, menahan amarah, menghindari perkataan dusta, perbuatan dosa dan segala macam bentuk maksiat (termasuk bagi yang suka ngegosip looh). Atau yang kita dapat hanyalah lapar dan haus.
Bulan Ramadhan adalah bulan suci dimana diwajibkan kepada umat muslim untuk mengerjakan puasa.
Yapp!! Puasa itu wajib bagi orang islam.
Seperti firman Allah dalam Al-quran :
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “. (QS. Al-baqoroh:183)
Banyak orang yang mengartikan puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus dari pagi hingga waktu maghrib.
Sejatinya puasa bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan nafsu, menahan amarah, menghindari perkataan dusta, perbuatan dosa dan segala macam bentuk maksiat (termasuk bagi yang suka ngegosip looh). Atau yang kita dapat hanyalah lapar dan haus.
Rasulullah SAW bersabda: “Kadang – kadang (banyak) orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan
dari puasanya kecuali lapar dan kadang – kadang (banyak) orang yang beribadah
pada malam hari namun tidak mendapatkan darinya kecuali hanya begadang
saja".
Naahh kaan rugii...
Naahh kaan rugii...
Mungkin sering kita mendengar kalimat “STOP maksiat di bulan Ramadhan!”, iya kan?
Jujur saja saya sering merasa lucu dengan kalimat itu. Apakah maksiat hanya harus dihentikan di bulan Ramadhan saja? trus di bulan-bulan yang lain boleh gitu? Apakah kewajiban untuk menjadi muslim yang baik hanya berlaku di bulan Ramadhan saja? sedangkan di bulan yang lainnya tidak?
Memang di bulan Ramadhan tiap-tiap amalan yang baik maupun yang buruk balasannya dilipatgandakan, tetapi hal itu bukanlan alasan yang tepat untuk menjadikan diri kita muslim yang patuh kepada Allah hanya di bulan Ramadhan saja, sedangkan di bulan-bulan yang lain kita cenderung meremehkan dosa.
Seharusnya sebagai seorang muslim hendaknya kita selalu berusaha menjadi sebaik-baiknya hamba Allah, tanpa memandang kapan, dimana, dan bagaimanapun keadaan kita. Dalam susah maupun senang, dalam longgar maupun sempit.
Hanya saja, manfaatkan lah bulan Ramadhan ini dengan meningkatkan pengamalan-pengamalan yang baik. Kapan lagi kita mendapatkan kesempatan melipatgandakan pahala dari kebaikan yang kita lakukan selain di bulan Ramadhan?
Mari senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan.
Jangan lupa niat mukhlish karna Allah, mencari ridho Allah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
