Wednesday, July 2, 2014

Memahami untuk Menerima

Ada pepatah lama “hidup ini bagaikan roda yang terus berputar, tak selamanya yang di atas tetap akan di atas, dan tak selamanya yang di bawah akan terus di bawah”.

Kita akan dapat merasakan berada di atas jika kita pernah merasakan berada di bawah, pun sebaliknya.

senang, sedih, kecewa, adalah bagian dari kehidupan, namun itu adalah pilihan. misalnya saja ketika Tuhan menguji kita dengan berbagai hal menyakitkan. Saat kita memikirkan tentang kesakitan-kesakitan itu, saat itulah kita menentukan pilihan untuk bersedih. Lantas bagaimana jika ingin memilih untuk tetap merasa senang? Bersyukur.

Pikirkanlah bahwa tidak semua hal menyakitkan berisi kesakitan, tapi juga hikmah. Pikirkanlah bahwa mungkin dari hal menyakitkan itu akan membuatmu selangkah lebih baik, mengajarimu tentang pemahaman hidup misalnya.

Pun kebencian. Sebagian orang mungkin melampiaskan kekecewaan terhadap sesuatu maupun seseorang dengan membenci. Lantas apa gunanya? Kebencian yang dipelihara hanya akan ‘mengawetkan’ kekecewaan dan kesedihan yang ada. Kesalahan yang diperbuat manusia bukanlah untuk dibenci, melainkan untuk ‘diterima’, dalam artian diingkari tetapi dipahami bahwasannya tidak ada manusia yang sempurna selalu benar.

Tempatkanlah Tuhan di dalam hati, maka tidak akan ada alasan yang tepat untuk berlarut dalam duka, tidak pula ada alasan yang tepat untuk menyimpan kebencian.

Dua hal yang harus dilupakan : Kebaikanmu kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu

Dua hal yang harus diingat : Kebaikan orang lain kepadamu dan kesalahanmu kepada orang lain



Saya mungkin tidak pandai bernyanyi.. tapi ini salah satu lagu favorit saya, :)





Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu...
Cinta dari-Nya menjawab semua masalahmu...
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman..
perangi neraka di dalam hatimu, damaikan jiwamu dengan cinta Dia..
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh..
Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu..

Seruhkan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepada-Nya..
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya..
Karena Tuhanlah Maha Cinta..




Sekian :)
Malang, 02 April 2014

Tuesday, April 1, 2014

Pemahaman


Tidak semua yang dirasakan bisa diucapkan,
Tidak semua yang dirasakan harus diucapkan,
Tidak semua yang diucapkan bisa dimengerti,
Dan tidak semua yang tidak diucapkan tidak dipahami.

Tidak hanya dalam matematika, Tuhan menciptakan segala sesuatu lengkap dengan komplemennya atau mungkin inversnya.. ada baik, ada tidak baik; ada mudah, ada tidak mudah; pun cara manusia menerimanya..
Sebagian orang mungkin tau cara memaknai setiap hal, sekecil apapun, yang ada pada mereka.. sebagian lainnya mungkin sesekali..
Itu lah yang harusnya disadari.. setiap kemampuan seseorang ada limitnya yang tidak bisa dipaksakan selalu ada nilainya dimana diinginkan.. ada kalanya seseorang bisa mengerti dan ada kalanya perlu dimengerti..

Sesuatu yang kecil bagi seseorang bisa saja adalah yang berarti besar untuk orang lain..
Sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang barangkali adalah sesuatu yang memuakkan bagi orang lain..

Hanya harus saling mengerti dan tidak hanya memandang dari sudut pribadi..

Tuesday, December 31, 2013

untitle

emm... lagi seneng , lagi sedih, mau nulis, tapi bingung gimana nulisnya..  mungkin gini aja..

Setiap manusia diciptakan dengan memiliki perasaan.. salah satunya cinta.. ( belum-belum udah cinta aja? Never mind! kebetulan juga lagi jadi trend topic disini (klaseman) sepertinya :D)

Bicara soal cinta, mungkiin setiap orang punya definisi sendiri mengenai apa itu cinta.. lalu, apa definisi cinta versiku? Entahlah.. :D  aneh memang..

Sungguh bersyukur hidup di dunia ini terasa sekali cinta yang Allah berikan untuk kita.. melalui keluarga.. melalui orang-orang disekitar.. semua itu benar-benar membawa bahagia.. akan tetapi kita harus menyadari pula bahwa semua itu juga merupakan cobaan dari Allah.. apakah cinta itu akan membuat kita semakin dekat kepada Yang Maha Memiliki Cinta, atau justru sebaliknya? Membuat kita terbuai, yang akhirnya menarik kita kedalam jurang nista, membuat kita lupa mana yang haq dan mana yang bathal, bahkan membuat kita sampai hati menggadaikan keimanan.. naudzubillahi mindzalik :’)

Sesungguhnya Allah akan memberi cobaan kepada kita melalui apa-apa yang kita senangi, melalui apa-apa yang amat kita cintai.. hendaknya kita memasrahkan apapun yang kita senangi, kita cintai, kepada Allah.. jangan mencintai sesuatu secara berlebihan.. cintai segala sesuatu dengan dasar cinta kepada Allah.. mencintai dengan tetap mengagungkan firman-firman-Nya.. mencintai dalam batas-batas kewajaran, sehingga kelak apabila Allah memintanya kembali, kita bisa dengan ridlo mengembalikannya.. :’)

tempatkan lah Allah sebagai cinta tertinggimu, (eh, sepertinya ini kata-kata dapat dari seseorang.. Seseorang? Iya, seseorang :’D *Ah! sudahlah, :’)

terimakasih untuk keluargaku.. teman-temanku.. kamu.. kamu.. dan kalian.. yang sudah mau membagi cintanya kepadaku.. :)) <3 honestly, i do love you too..




hahahah




Sekiaaann... ^^

Sunday, December 1, 2013

Pakaian Sejati

Banyak orang mengartikan pakaian hanya sebatas sebagai kebutuhan pokok manusia, pakaian yang tampak dari luar untuk menutup aurat. Tetapi lebih dari itu, salah seorang penceramah agama pernah mengatakan bahwasannya pakaian sejati manusia adalah baiknya budi pekerti.
Pakaian bagus, mahal, dan bermerek mungkin dapat membuat derajat manusia terlihat lebih tinggi diantara yang lain di kehidupan dunia, namun perlu dipahami, bukanlah pakaian mahal maupun bermerek yang akan kita kenakan untuk menghadap Allah pada hari akhir nanti, di hari kita akan dimintai pertanggungjawaban, tetapi budipekerti kita lah yang akan meliputi kita menghadap Allah SWT. Budi pekerti yang baik lah yang dapat menyelamatkan kita dari azab Allah. begitupun sebaliknya.

 "Sesungguhnya Allah tidak memandang bentuk/rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah memandang isi hati dan amalan-amalan kalian" (HR. Muslim)

Lantas bagaimanakah budipekerti yang baik itu?
Setiap manusia diciptakan dalam keadaan lebih sempurna dibandingkan makhluk lain. Manusia diciptakan dengan dibekali akal disamping hawa nafsu agar mereka dapat berpikir dan  tidak senantiasa mengikuti hawa nafsunya. Hendaklah setiap manusia menggunakan akalnya untuk mengambil peringatan-peringatan dari Allah. Sesungguhnya segala sesuatu yang diperintahkan maupun dilarang oleh Allah SWT telah tertulis dalam Al-Quran maupun Al-Hadisn baik berkenaan dengan kehidupan sosial maupun ibadah kepada Allah SWT. Orang-orang yang senantiasa berusaha memenuhi perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya itulah orang-orang yang bisa dikatakan berbudipekerti luhur, dan tergolong orang-orang sholih.
Sesungguhnya Allah telah menjanjikan balasan yang lebih baik untuk manusia  yang mau beramal sholih (berbudi pekerti baik) di dunia dan akhirat, yang tercantum dalam firman-Nya:

"Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik (di dunia), dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik (di akhirat) dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS. An-nahl: 97)

Dari ayat tersebut dapat kita petik juga bahwasannya budipekerti yang baik di sisi Allah adalah budipekerti yang dilandasi keimanan.
Semoga kita senantiasa diberkahi dalam keimanan.

Sekian :)



Sunday, May 26, 2013

Aku Ingin Pulang

Tulisan ke-2nya.. --Aku Ingin Pulang--
Oleh: "DHP"


Aku mau pulang, membawa sebuah bingkisan, berwarna merah jambu beraroma manis, sama sekali tidak romantis, karena aku membungkusnya ketika sedang gerimis, aku bungkus  dengan kertas hitam, karena langit terlihat muram, kulihat awan-awan datang, membawa gemercik tanpa hujan yang tak kunjung datang, kulihat semuanya menjadi suram, termasuk hutan-hutan, di dekat hutan ada sungai, airnya mengalir lembut bagaikan selimut, hati yang dingin juga butuh selimut, selimut tidak harus lembut, yang penting dirajut oleh tangan seorang pelaut, bingkisan itu aku letakkan, pada sebuah altar berbentuk segidelapan, udara malam mulai dingin sayang, maukah engkau memakai selimut, yang dibuat dari goresan crayon merah marun, tapi aku lebih suka biru muda, karena itu warna langit, langit menghubungkan hati, lihatlah kesana jika hatimu ingin terhubung, disana ada sebuah awan, yang berwarna putih kelabu, seperti warna matamu ketika termenung, kenapa tidak berwarna coklat muda, mungkin sedikit gelap, karena coklat mengingatkanku akan sesuatu, yaitu warna matamu.

Air laut itu asin, suatu hari aku bermain air, dan aku terbawa ombak, aku sadar aku bukan perenang, sudah pasti aku akan tenggelam, kala itu ada yang berbeda, pada bibirku, aku tersenyum, manis sekali, mulai menelan air laut, lidahku asin tapi senyumku tidak, aku jadi ingat pohon, pohon yang teduh di kala terik, anginnya sejuk, aku berkeringat, semula aku menyesal, itu akan membasahi bajuku, dan membuatnya kotor, angin dari pohon menghapus sesal, rasanya enak, bila keringat bertemu angin, rasanya dingin, seperti air sungai, sungai di kaki bukit, aku bermain air, kali ini hanya kakiku, kakiku bermain air, ah ini cuma sungai, ada ikan-ikan kecil, mereka bermain, aku menggerakkan jemari kakiku, di atas bukit ada sepasang burung, mereka serasi sekali, begitu alami, tidak romantis, tapi begitu alami, mereka bahagia, bertengger di pohon anggur, di pohon sebelahnya ada kumbang, posisinya tidak biasa, seperti orang sujud, ternyata ia sedang minum, air itu berasal dari embun, embun itu menempel di punggungnya, itulah mengapa ia bersujud, supaya air dari embun mengalir, mengalir ke mulutnya, melepas dahaga, ternyata masih pagi, kumbang itu memang sedang bersujud, rupanya ia tengah bersyukur, atas embun yang diberikan Tuhan pagi itu, air mataku meleleh, dadaku sesak, aku ingin pulang.

Aku pulang, halaman rumahku bersih sekali, mungkin karena ibu, disana ada banyak buah, ada buah apel, buah favoritku adalah apel, tapi tidak ada pisang atau jeruk, aku mengambil apel, aku memakannya, lalu aku berbaring di atas rumput, tiba-tiba aku mengantuk, dan aku bermimpi, tentang sebuah perhiasan, bentuknya sangat aneh, aku belum pernah melihatnya, mungkin sejenis permata, berwarna hijau, indah  sekali, seperti warna daun pada pohon, pohon yang berada di atas bukit, lalu aku terlelap, aku mengigau, itu kata ibuku, aku menyebutkan sebuah nama, aku lupa, namanya indah, aku jadi merasa gundah, siapa pemilik sebuah nama, yang memancarkan sebuah cahaya, cahaya bulan menusukku, dengan ribuan pertanyaan, itu lirik sebuah lagu, lagu favoritku, tentang manusia yang mencari hakikat, mencari tahu siapa dirinya, dengan segala daya dan upaya, dekatkanlah dirimu kepada Tuhan, juga kepada alam, maka engkau akan tahu, siapa dirimu yang sebenarnya, lagi-lagi lirik lagu, aku memang tidak kreatif, aku tidak pandai bersyair, kewajibanku banyak, tapi waktuku tidak, hatiku gelisah, mungkin sudah waktunya berdiri, mencari jawaban kegelisahan hati, itu juga lirik sebuah lagu, kapan aku bisa menciptakan syairku sendiri, aku sudah bangun, aku sudah di rumah, aku sudah pulang. Sekian