Wednesday, July 2, 2014

Karena Kita Selalu Ada

“Dulu, kini, dan nanti... teman tetaplah teman, tidak akan ada ‘mantan teman’”

Mungkin kisah kita akan sepertihalnya bunga yang bersemi untuk kemudian merekah indah dan pada akhirnya harus layu dan melebur. Tidak terlihat indah lagi memang, tapi tau kah bahwa kenangannya ketika bersemi dan tumbuh merekah tidak akan begitu saja ikut melebur, kenangan itu akan terus hidup dan bersemi di dalam hati, bahkan terkadang membuat kita seperti seorang idiot, tersenyum geli seorang diri ketika mengingatnya.

Bermula dari pertemuan yang mungkin biasa saja, yang bersemai menjadi persahabatan yang memunculkan nama-nama baru; si gundul, si tong, si gendut, cethul, o’on, kingkong, dll; haha.. mungkin tidak semua orang yang mendengarnya bisa menerimanya dengan baik, tapi itulah ‘sebutan kesayangan’, ya, kesayangan, karena pada setiap sebutan itu pastilah ada secuil perasaan yang disadari maupun tidak adalah kasih sayang yang tumbuh dalam bingkai kebersamaan. Bahkan bullying pun merupakan bentuk lain dari sebuah rasa sayang di dalam sebuah persahabatan. :)

Namun, kehidupan akan terus berlanjut. Setiap manusia terus berkembang, berubah seiring perubahan waktu. Pun kita, yang akan berubah dan lambat laun harus terpisah mengikuti tangga kehidupan masing-masing. Pertemuan kita boleh jadi selesai, tetapi tidak akan pernah ada kata selesai untuk sebuah persahabatan. Karena kamu, karena kalian, karena kita, akan selalu ada, tersimpan rapi dalam sebuah kotak kenangan.

Kenangan kita mungkin tidak seperti gula yang setiap butirnya manis. Mungkin seperti cookies, ada bagian manis dan  pahit pada setiap kepingnya. Tidak sempurna memang, but, that  imperfection will makes our memories felt so perfect. :)

Terimakasih untuk setiap ukiran kenangan yang telah dan masih akan kita buat.. :) 

kamu sangat berarti istimewa di hati, selamanya rasa ini...
jika tua nanti kita tlah hidup masing-masing, ingat lah hari ini...






you will always be in my life, even if i’m not in your life, cause you’re in my memories.. :)


Kediri, 26 Juni 2014

Sajak untuk Ibuku

Ibu,
lihatlah anakmu ini yang tinggal hitungan hari terbilang 20..

ibu,
sungguh sebagian dari kehidupan telah aku tapaki,
berjuta perasaan telah aku alami,
manis yg membuatku tinggi, sampai pahit yg mengiris hati..

ibu,
ini aku, tengah berdiri dengan peluh,
menahan keluh kehidupan,
rapuh..

Ibu,
Mereka bilang ini melelahkan,
Mereka bilang ini membencikan,
tapi sungguh ibu,
kekuatan kasihmu tak pernah mengajariku kata lelah,
kelembutan hatimu tak pernah mengajariku kebencian,

Ibu,
sungguh irama jantungmu selalu mengajarkanku kasih sayang,
memberikan pemahaman tentang perbedaan,

Sungguh ibu,
senyum tulusmu selalu mengajarkanku penerimaan,
maaf dalam setiap kesakitan,

ibu,
ini aku, masih berdiri dengan peluh,
menahan keluh kehidupan,

sungguh ibu,
mohonkan pada Tuhan hati yang lurus selalu,
untukku, anakmu..



Malang, 040514

"Cinta Harus Memiliki" :)

Selamat pagii~
pagi ini saya mau bahas soal cinta (lagi) nih.. *padahal masih pagi, tapi gapapa laahh.. biar paginya jadi angetan.. hahah
yuk merapat, ;)
NB: ini hanya dari sudut pandang penulis loh.. jadi bukan ilmu eksak :D


Terinspirasi dari kalimat adek kos semalem, “cinta tak harus memiliki” ..

Mungkin kalian juga pernah mendengar kalimat semacam itu, entah dari orang yang tidak pernah berani menyatakan perasaannya dan hanya mampu mengagumi dalam diamnya, atau mungkin sudah pernah menyatakan, tapi tidak diterima.. *tetep semangat yaa! ;)  hehe

Bagiku “cinta itu harus memiliki”, setidaknya memilikinya dalam hati  kita..
memiliki dalam hati, justru itu lah yang lebih penting, tetapi malah sering terlupakan..
ketika kita jatuh cinta, mungkin seringkali kita menginginkan seseorang yang kita cintai berada di dekat kita, selalu ada untuk kita, yang tanpa sadar keinginan  seperti itu bisa menjerumuskan kita pada sesuatu yang mendosakan.. akan tetapi ketika kita jatuh cinta dan ada rasa memiliki di dalam hati, rasa memiliki itu yang akan menjaga kita juga orang yang kita cintai.. seperti halnya ketika kita memiliki suatu benda kesayangan  yang berharga, pastilah kita akan berusaha dengan sungguh menjaganya, merawatnya, khawatir rusak, khawatir kotor.. pun ketika kita merasa memiliki sesorang dalam hati kita, pastilah kita akan berusaha menjaganya dari keinginan diri kita yang bisa merusaknya;  merusak dirinya, kehormatannya, atau mungkin keimanannya..

Emm,, sekarang kita coba telaah ulang cinta kita kepada Tuhan.. apakah Dzat Tuhan yang tidak kasat mata sehingga membuat-Nya seolah tidak nyata selalu berada di dekat kita lantas membuat kita merasa tidak apa jika tidak memiliki-Nya? Cintailah Tuhanmu, milikilah Tuhan di dalam hatimu.. dengan begitu kita akan selalu menjaga diri kita dan menjaga agama-Nya dengan senantiasa melaksanakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, memperjuangkan agama-Nya, dan pada akhirnya akan ada balasan surga yang indah nantinya, :)

Pun ketika kita telah berhasil menjaga diri dan orang yang kita cintai, pastilah kita akan menemui akhir yang indah... mungkin bukan yang kita inginkan, tapi yang benar-benar kita butuhkan.. akhir yang indah sesuai garis Tuhan, atas ridho-Nya.. mana ada yang lebih penting dan berharga daripada ridho-Nya? :)

jadiii..  jangan mengartikan ‘memiliki’ hanya dalam artian sempit..  memiliki yang berarti orang yang kita cinta secara lahiriah selalu di samping kita, bersama kita, dan lain sebagainya misalnya..

Tulisan ini bukan bermaksud menggurui.. bukan, sama sekali bukan..
ini hanyalah serakan-serakan kalimat yang ada di pikiran si penulis.. bahkan si penulis pun masih sering khilaf dalam mempraktikkannya, :’D


Semoga Tuhan senantiasa menjaga kita, dan merangkaikan jalan yang indah pada setiap langkah.. :)


SEKIAN ^^
Malang, 20 April 2014

Memahami untuk Menerima

Ada pepatah lama “hidup ini bagaikan roda yang terus berputar, tak selamanya yang di atas tetap akan di atas, dan tak selamanya yang di bawah akan terus di bawah”.

Kita akan dapat merasakan berada di atas jika kita pernah merasakan berada di bawah, pun sebaliknya.

senang, sedih, kecewa, adalah bagian dari kehidupan, namun itu adalah pilihan. misalnya saja ketika Tuhan menguji kita dengan berbagai hal menyakitkan. Saat kita memikirkan tentang kesakitan-kesakitan itu, saat itulah kita menentukan pilihan untuk bersedih. Lantas bagaimana jika ingin memilih untuk tetap merasa senang? Bersyukur.

Pikirkanlah bahwa tidak semua hal menyakitkan berisi kesakitan, tapi juga hikmah. Pikirkanlah bahwa mungkin dari hal menyakitkan itu akan membuatmu selangkah lebih baik, mengajarimu tentang pemahaman hidup misalnya.

Pun kebencian. Sebagian orang mungkin melampiaskan kekecewaan terhadap sesuatu maupun seseorang dengan membenci. Lantas apa gunanya? Kebencian yang dipelihara hanya akan ‘mengawetkan’ kekecewaan dan kesedihan yang ada. Kesalahan yang diperbuat manusia bukanlah untuk dibenci, melainkan untuk ‘diterima’, dalam artian diingkari tetapi dipahami bahwasannya tidak ada manusia yang sempurna selalu benar.

Tempatkanlah Tuhan di dalam hati, maka tidak akan ada alasan yang tepat untuk berlarut dalam duka, tidak pula ada alasan yang tepat untuk menyimpan kebencian.

Dua hal yang harus dilupakan : Kebaikanmu kepada orang lain dan kesalahan orang lain kepadamu

Dua hal yang harus diingat : Kebaikan orang lain kepadamu dan kesalahanmu kepada orang lain



Saya mungkin tidak pandai bernyanyi.. tapi ini salah satu lagu favorit saya, :)





Tahukah Tuhanmu selalu hidup di dalam hatimu...
Cinta dari-Nya menjawab semua masalahmu...
Dia mendengar melihat dan selalu berfirman..
perangi neraka di dalam hatimu, damaikan jiwamu dengan cinta Dia..
Memberi yang ikhlas kepada yang butuh..
Bersyukurlah terus tanpa kenal waktu..

Seruhkan, ikhlaskan, pasrahkanlah hanya kepada-Nya..
Cinta-Nya adalah jawaban-Nya..
Karena Tuhanlah Maha Cinta..




Sekian :)
Malang, 02 April 2014

Tuesday, April 1, 2014

Pemahaman


Tidak semua yang dirasakan bisa diucapkan,
Tidak semua yang dirasakan harus diucapkan,
Tidak semua yang diucapkan bisa dimengerti,
Dan tidak semua yang tidak diucapkan tidak dipahami.

Tidak hanya dalam matematika, Tuhan menciptakan segala sesuatu lengkap dengan komplemennya atau mungkin inversnya.. ada baik, ada tidak baik; ada mudah, ada tidak mudah; pun cara manusia menerimanya..
Sebagian orang mungkin tau cara memaknai setiap hal, sekecil apapun, yang ada pada mereka.. sebagian lainnya mungkin sesekali..
Itu lah yang harusnya disadari.. setiap kemampuan seseorang ada limitnya yang tidak bisa dipaksakan selalu ada nilainya dimana diinginkan.. ada kalanya seseorang bisa mengerti dan ada kalanya perlu dimengerti..

Sesuatu yang kecil bagi seseorang bisa saja adalah yang berarti besar untuk orang lain..
Sesuatu yang sangat berarti bagi seseorang barangkali adalah sesuatu yang memuakkan bagi orang lain..

Hanya harus saling mengerti dan tidak hanya memandang dari sudut pribadi..