Monday, July 23, 2012

Ramadhan


Alhamdulillah... Maha suci Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang masih memberikan nafas kepada kita hingga detik ini, hingga kita kembali menjumpai bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan.. :)

Bulan Ramadhan adalah bulan suci dimana diwajibkan kepada umat muslim untuk mengerjakan puasa.
Yapp!! Puasa itu wajib bagi orang islam.
Seperti firman Allah dalam Al-quran :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa “. (QS. Al-baqoroh:183)

Banyak orang yang mengartikan puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus dari pagi hingga waktu maghrib.
Sejatinya puasa bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menahan nafsu, menahan amarah, menghindari perkataan dusta, perbuatan dosa dan segala macam bentuk maksiat (termasuk bagi yang suka ngegosip looh).  Atau yang kita dapat hanyalah lapar dan haus.

Rasulullah SAW bersabda: “Kadang – kadang (banyak) orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar dan kadang – kadang (banyak) orang yang beribadah pada malam hari namun tidak mendapatkan darinya kecuali hanya begadang saja".

Naahh kaan rugii...

Mungkin sering kita mendengar kalimat “STOP maksiat di bulan Ramadhan!”, iya kan?
Jujur saja saya sering merasa lucu dengan kalimat itu. Apakah maksiat hanya harus dihentikan di bulan Ramadhan saja? trus di bulan-bulan yang lain boleh gitu? Apakah kewajiban untuk menjadi muslim yang baik hanya berlaku di bulan Ramadhan saja? sedangkan di bulan yang lainnya tidak?
Memang di bulan Ramadhan tiap-tiap amalan yang baik maupun yang buruk balasannya dilipatgandakan, tetapi hal itu bukanlan alasan yang tepat untuk menjadikan diri kita muslim yang patuh kepada Allah hanya di bulan Ramadhan saja, sedangkan di bulan-bulan yang lain kita cenderung meremehkan dosa.
Seharusnya sebagai seorang muslim hendaknya kita selalu berusaha menjadi sebaik-baiknya hamba Allah,  tanpa memandang kapan, dimana, dan bagaimanapun keadaan kita. Dalam susah maupun senang, dalam longgar maupun sempit.
Hanya saja, manfaatkan lah bulan Ramadhan ini dengan meningkatkan pengamalan-pengamalan yang baik. Kapan lagi kita mendapatkan kesempatan melipatgandakan pahala dari kebaikan yang kita lakukan selain di bulan Ramadhan?
Mari senantiasa berlomba-lomba dalam kebaikan.
Jangan lupa niat mukhlish karna Allah, mencari ridho Allah.

Wednesday, June 27, 2012

Lyric : Greyson Chance - Waiting Outside the Line

This is one of my favorite songs.. :) very inspiring.

Greyson Chance -- Waiting Outside the Line

you'll never enjoy your life
living inside the box
you're so afraid of taking chances,
how you gonna reach the top?

rules and regulations force you to play it safe
get rid of all the hesitation
it's time for you to seize the day...

instead of just sitting around
and looking down on tomorrow
you gotta let your feet off the ground

the time is now...

i'm waiting, waiting, just waiting
i'm waiting.. waiting outside the lines..
waiting outside the lines
waiting outside the lines...

try to have no regret even if

Tuesday, June 19, 2012

Tuhan Ada Bersamamu


Harapan itu selalu ada jika kamu percaya.
Selalu dan selalu ada. Jangan pernah berkata tak mungkin atau mustahil. Semua mungkin.
Teruslah panjatkan harapanmu pada Tuhan, ceritakan semua bebanmu padaNya ketika itu menyesakkan dadamu, menangislah jika itu membuatmu lebih lega, tapi berjanjilah bahwa kamu akan bangkit menatap dunia dan bersiap melewatinya.

Percayalah Tuhan selalu ada di hatimu, di setiap detak jantungmu, di setiap aliran darahmu, di setiap hembus nafasmu, di setiap langkah kakimu, di setiap sudut hidupmu...

Sebutlah namaNya ketika berat terasa dalam langkahmu, maka cintaNya akan meringankanmu.
Sebutlah namaNya ketika kegundahan menyelimuti hatimu, maka cintaNya akan mendamaikanmu.
Sebutlah namaNya ketika keraguan datang dalam benakmu, maka  cintaNya akan meyakinkanmu.
Sebutlah namaNya ketika rapuh terasa dalam dirimu, maka cintaNya akan menguatkanmu.
Sebutlah namaNya ketika khilaf tertoreh dari dirimu, maka cintaNya akan mengampunimu.
Lantas jangan melupakanNya ketika bahagia datang padamu. Sebutlah namaNya, sampaikan syukurmu padaNya, maka cintaNya akan semakin erat memelukmu... :)

Saturday, May 26, 2012

Aku tak mengerti


Aku.. seperti berada pada sebuah perjalanan. Perjalanan panjang, jauh dan melelahkan. Perjalanan menuju sebuah titik yang aku menyebutnya titik kemuliaan tertinggi manusia, dimana ia akan menghabiskan hidupnya dan menemukan kebahagiaan sebenarnya.. ‘Rumah Sejati’.

Sekarang, hari ini, di kota ini, dalam perjalanan ini, dalam terik dan badai.. dahaga mengusik, kaki tak mampu lagi menumpu badan.. aku lelah. Aku ingin berhenti. Tapi harusnya aku tak berhenti. Tuhan telah berpesan padaku untuk tidak berhenti sebelum aku menemukan titik itu. Tidak tepat untukku pabila aku berhenti sekarang. Tidak boleh. Tapi aku lelah.. sangat lelah.

Tegak kokoh berdiri di depanku, sebuah pohon besar, lebat, dengan buah-buahan yang menggantung padanya, seolah menjanjikanku kedamaian. Aku pun berhenti, tak menuruti nasihat Tuhan. “Tuhan.. aku mungkin bisa membangun rumah sejatiku dari pohon ini.. ijinkanlah” egoku.
Aku mulai bersandar, melepas penat, berteduh dibawahnya. Menghapus dahaga dengan buah yang ku petik darinya. Manis. Segar. 
Ketika malam datang dan dingin menusuk tulang rusukku, kuambil rantingnya, ku gosok dan menghadirkan api darinya. Hangat. Seperti dalam pelukan. Damai.
Aku merasa benar. Aku benar telah memilih pohon ini untuk kujadikan rumah sejati.. sehingga kutemukan kedamaian dalam dekapannya. Dan memang

Masih Ingin di Sini

Biarkan aku terbaring sejenak.. meringkuk..
Sejenak saja.. karena aku pun tak ingin berlama-lama..
Hanya sebatas menikmati duka menikmati asa dan nestapa..

Bukan aku lemah, bukan aku tak mampu bangkit..
Hanya saja aku belum menginginkannya..

Aku masih ingin di sini.. bersama pohon tua ini..
Biarpun daun telah gugur sehingga tak mampu lagi melindungiku dari terik..
Biar pun batang telah rapuh sehingga kapan saja bisa terjatuh menimpaku..
Tapi aku tetap masih ingin di sini.. di tempat ini..
Yang memberiku nyaman diwaktu dulu..

Biarkan aku tetap di sini..
Mengharap keajaiban menyemaikannya lagi.. menguatkannya lagi..
Hingga aku kembali nyaman bersandar..

Biarkan aku tetap di sini.. berharap..
Hanya sampai pada titik ku lelah..